
Sukabumi, 10 Agustus 2025 – Senyum dan air mata menyatu di halaman Institut Muslim Cendekia pagi itu. Sebanyak 150 mahasantri baru tiba dari berbagai penjuru Indonesia, membawa mimpi dan tekad untuk memulai babak baru dalam hidup mereka.
Dari ujung Sumatra hingga pelosok Sulawesi, mereka datang dengan beragam moda transportasi: ada yang menempuh perjalanan darat berjam-jam, ada pula yang terbang ribuan kilometer. Tak seorang pun datang sendirian—keluarga, kerabat, dan guru ikut mengantar, memberikan pelukan terakhir sebelum melepas mereka ke taman ilmu.
Di area parkiran, suasana haru tak terbendung. Ada yang menunduk menahan air mata, ada pula yang berusaha tersenyum meski berat hati berpisah. Di punggung mereka, tas-tas besar penuh perlengkapan dan semangat baru; di hati mereka, tersimpan doa dan harapan yang dibisikkan orang tua sebelum berangkat.
Bagi para mah, hari ini bukan sekadar pindah ke lingkungan baru. Ini adalah langkah awal untuk menjadi insan yang bermanfaat, membekali diri dengan ilmu, dan kelak kembali ke masyarakat membawa cahaya perubahan.
